SULIT untuk mengatakan kalau rakyat Indonesia berada dalam posisi yang menggembirakan, yang terjadi di lapangan Rakyat Miskin, Pejabat Kaya Raya. Betapa malu sebenarnya bila kenyataannya demikian. Para politisi atau pejabat negara lebih sibuk mengurus kepentingan dirinya sendiri, keluarga dan golongan daripada kepentingan rakyat. Itu kenyataan yang tidak bisa dibantah.
Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah bersabda :"Akan datang suatu masa, dimana umatku mencintai 5 perkara dan melupakan 5 perkara. Kelima itu adalah :(1) Mereka mencintai dunia dan melupakan akherat (2) Mereka mencintai kehidupan dan melupakan kematian (3) Mereka mencintai istana mewah tetapi melupakan kuburan (4) Mereka mencintai harta benda tetapi melupakan hisab/perhitungan dan (5) Mereka mencintai ciptaan Allah tetapi melupakan Pencipta."
Sadar atau tidak apa yang disampaikan oleh Rasulullah sudah menjadi kenyataan di tengah kehidupan bangsa Indonesia yang mayoritas sebagai pemeluk agama Islam. Dengan demikian, sudah tidak lagi bernilai dan berharga tinggi wahyu Allah dalam al_Quran, sebab sebagian besar umat Islam te;ah sibuk dengan urusan dunia yang gemerlap.
Pejabat yang rakus terhadap dunia, maka dia akan menjadi seorang makhluk yang hatinya keras dan buta. Apa yang dilakukan orientasinya bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT tetapi lebih kearah materi semata. Jadi yang dikejar adalah kesenangan dunia, sementara akherat, urusan belakangan dan dikesampingkan.
Kematian menjadi sesuatu yang sangat mengerikan dan mereka berlari dari sakaratul maut, sebab harta dan jebatan sudah ditangan, maka keinginan yang kuat adalah ingin hidup 1000 tahun lagi. Padahal usia yang panjang akan semakin memperpanjang dosa dan ancamannya jelas berada dalam api neraka jahanam. Tidak bisa lari dari kematian, siapapun juga.
Oleh karena itu, seyogyanya menyadari akan kematian yang menjadi pemutus keindahan dan kenikmatan hidup di dunia. Hanya orang kafir dan munafik saja yang takiut dengan kematian. orang yang beriman, insya Allah, beharap kematian aalah yang terbaik dan mendapat derajat tinggi dan mulia.***