Bapak Presiden yang terhormat!
Kalau surat ini dibaca oleh bapak, saya bersyukur, tetapi kalau pun tidak karena kesibukan sehari-hari sebagai orang nomor satu di Indonesia, tidak mengapa! Surat ini hanyalah sebuah catatan-catatan saya tentang keadaan bangsa dan negara yang semakin mengalami kemunduran, terutama oknum akhlak para pejabat negara yang semakin serakah, jahat dan "membunuh" banyak rakyat Indonesia.
Saya ingin menyoroti masalah yang semakin runtuh akhlak para pejabat dan politisi negeri ini. Tentu sebagai presiden banyak laporan yang masuk tentang keadaan para pemimpin negeri ini yang sudah bobrok, namun semua itu adalah cermin betapa lemahnya keadaan SDM yang ada di Indonesia. Sebagai orang nomor satu, bapak bertanggungjawab terhadap keadaan aparat pemerintah, karena semua itu bapaklah yang mengendalikan.
Hanya untuk mengingatkan saja, bahwa kampanye bapak yang digembar-gemborkan ke rakyat Indonesia adalah berantas korupsi, lawan korupsi sampai ke akar-akarnya. tentu semua rakyat gembira dan memilih bapak sebagai presiden, sebab setelah satu periode berlangsung ada sedikit kemajuan yang dialami oleh bapak, sehingga rakyat berharap penuh pada periode berikutnya. Tim sukses bapak pun bekerja keras untuk mempropagandakan program-program yang dilaksanakan demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Ratusan milyar rupiah dihabiskan untuk menyihir rakyat Indonesia agar mereka memilih bapak sebagai presiden, Dan akhirnya bapak pun terpiliuh sebagai presiden Indonesia!
Saya yakin niat bapak menjadi presiden boleh jadi tidak sekedar menjadikan negara kita menjadi unggul dan SDM berkualitas, tetapi juga rakyat mengalami sejahtera lahir dan batin.
Namun seiring waktu berlalu, mulai terlihat siapa sesungguhnya bapak itu! Rakyat pun sudah banyak yang kecewa dan sama sekali tidak menyangka kalau ternyata akhirnya seperti ini. Rakyat bukannya semakin sejahtera, terpenuhi sandang dan pangan, tetapi justru semakin terpuruk. Kemiskinan semakin jelas terlihat terutama warga yang tinggal di daerah, koruptor pun semakin jahat dan merajalela dimana-mana terutama di instansi pemerintah.
Sungguh tragis nasib rakyat Indonesia. kekayaan alam yang berlimpah ruah, ternyata hanya bisa dinikmati oleh orang lain, bukan oleh rakyatnya sendiri! Entah sampai kapan penderitaan rakyat akan terus terpuruk, sementara para pejabat berpesta pora merebutkan proyek-proyek yang mencapai ratusan milyaran. Mereka bukannya pembela rakyat atau berjuang untuk kesejahteraan rakyat, tetapi sebaliknya merampok uang negara demi kepentingan memperkaya diri sendiri.
Meski demikian, saya berdoa semoga bapak tetap diberi kekuatan untuk bisa memimpin negeri ini. Sebelum ajal tiba, bapak bisa berbuat yang terbaik demi bangsa dan negara Indonesia. Bahkan sebelum habis masa jabatan atau ketika bapak selesai menjadi presiden, ucapan inilah yang ingin saya dengar dari bapak :"Saudara sekalin sebangsa dan setanah air. Dua periode saya menjabat sebagai presiden, badan saya turun menjadi 45 Kg, karena selama itu saya memikirkan dan berbuat banyak untuk rakyat. Saya pun hanya memiliki satu rumah dinas saja, tidak memiliki rumah lagi, sebab sudah saya sumbangkan buat anak-anak yatim dan janda-janda miskin. Silahkan anda cek sendiri. Saya tidak memiliki deposito di bank manapun karena saya sudah menyumbangkan untuk kepentingan anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah. Semua kekayaan yang saya miliki sudah saya wakafkan untuk rakyat miskin. Saya hanya ingin menikmati hidup ini dengan bersahaja dan bisa melihat rakyat Indonesia tidak ada yang kelaparan!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar