HARGA diri lebih mahal dari kekayaan maupun jabatan apapun di dunia ini. Kejatuhan harga diri tidak akan bisa dibeli dengan nilai uang berapa milyar pun. Masyarakat pun akan mencemooh dan melecehkan keberadaan seseorang, manakala harga dirinya sudah jatuh. Jadi ternyata yang paling berharga di dunia ini adalah HARGA DIRI. bila harga dirinya mulia dengan perbuatan yang bisa menolong atau melepaskan beban orang lain, serta segenap waktu diperjuangkan untuk kepentingan oang lain, betapa harga dirinya akan terangkat agung. Tetapi sebaliknya kalau perilakunya buruk, serakah terhadap kekayaan dan jabatan serta banyak melakukan korupsi, maka siapapun tidak akan berharga sama sekali. Rakyat tidak akan pernah mendoakan, tetapi sebaliknya merasa bersyukur karena seorang manusia jahat telah tidak ada!
Jabatan presiden bukanlah suatu kebanggaan atau alat untuk memperkaya diri dan melanggengkan kekuasaan. Sehebat apapun seseorang di belahan muka bumi ini, maka dia tidak akan bisa menolak alan takdir yang harus menimpa dirinya. Hina dinanya seorang manusia adalah manakala mereka bertarung dalam hidup ini bukan dengan kebaikan, tetapi kejahatan dan persekongkolan. Sadara atau tidak, jabatan yang tinggi seringkali melupakan tujuan akhir hidup di dunia.
Sebagai seorang muslim yang beriman terhadap Allah SWT, maka dia wajib memegang teguh terhadap al-Quran dan Sunnah Rasul. Jabatan nomor satu di Indonesia, maka tugas pertama ialah niat berjuang untuk menegakkan kebenaran berdasarkan wahyu Allah, itulah sebaik-baiknya mahluk di bumi ini. Kalau pun dia mati dalam meneghakkan kebenaran wahyu Allah, maka kematian itu dipandang sebagai syahid di jalan Alla, itulah kematian yang mulia.
Selama al-Quran dan Sunnah Rasul. tidak tegak di bumi Indonesia, selama itu pula akan terjadi berbagai kekacauan, kejahatan dan persekongkolan untuk memperkaya diri, keluarga dan organisiasi. Namun bila berpegang teguh kepada ketaatan kepada Allah, maka derajatnya sangat mulia, meskipun akan ada musuh dari orang muslim yang bermuka dua atau orang yang kafir terhadap al-Quran. Hidup adalah pilihan, mau memilih yang mana, itu tergantung kepada motivasi hidup di dunia.
Hidup tanpa berpegang teguh kepada dua pilihan : Hidup Mulia atau Mati Syahid, maka tidak ada maknanya diberi umur, jabatan dan harta benda pun, sebab akan sia-sia semuanya. Harga diri akan diangkat derajatnya manakala ia mempunyai dua pilihan dalahidup ini. Allah hanya akan mengangkat kepada mereka yang berpegang teguh kepada ayat-ayatnya.
Semoga ini menjadi renungan khusus buat saya sendiri dan menjadi cahaya yang bersinar bagi seorang presiden. Ingat, jabatan tidak berarti apa-apa, manakala nyawa sudah di kerongkongan. Yang akan menolong hanyalah keimanan dan amal saleh yang dilakukan di alam dunya ini!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar